Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
5 Alasan Ilmiah Belanja Online Saat Stres, Ternyata Ada Dopamin!
Advertisement
Sponsor SLOT 16

5 Alasan Ilmiah Belanja Online Saat Stres, Ternyata Ada Dopamin!

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Sabtu, 06 Desember 2025 - 18:18 WIB
5 Alasan Ilmiah Belanja Online Saat Stres, Ternyata Ada Dopamin!

Belanja Online Saat Stres

Sumber Foto :halodoc
Thumb 1Thumb 2
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Kenapa kita suka Belanja online saat stres? Ternyata otak melepaskan dopamin yang membuat ketagihan. Simak 5 alasan ilmiah belanja impulsif dan cara mengatasinya.

Di era digital ini, layar ponsel atau laptop bukan hanya jendela menuju informasi, tetapi seringkali menjadi pintu pelarian instan dari tekanan hidup. Ketika tumpukan pekerjaan, masalah keuangan, atau ketidakpastian menghampiri, banyak dari kita menemukan kenyamanan temporer dalam keranjang belanja digital.

Fenomena menjadikan Belanja online saat stres sebagai mekanisme koping ini bukan sekadar kebiasaan buruk, melainkan memiliki akar yang kuat dalam ilmu psikologi dan neurologi. Ada alasan ilmiah mengapa mengklik tombol "Checkout" terasa sangat memuaskan, bahkan jika kita tahu itu mungkin bukan keputusan finansial terbaik.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa otak kita terprogram untuk mencari pelampiasan ini dan bagaimana kita dapat mengendalikan dorongan tersebut sebelum berubah menjadi penyesalan finansial.

Mengapa Belanja Online Saat Stres Bikin Bahagia? Reaksi Otak di Balik Kebiasaan Ini

Belanja Online Saat Stres Bikin Bahagia (foto: halodoc)

Sumber : Istimewa

Dalam situasi stres, tubuh melepaskan hormon kortisol. Tubuh kita secara naluriah mencari cara untuk menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan hormon perasaan senang. Di sinilah belanja, khususnya belanja online, berperan sebagai "obat" tercepat.

Para psikolog menyebut kebiasaan belanja impulsif akibat emosi ini sebagai Retail Therapy. Berikut adalah 5 alasan utama mengapa ini terjadi.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

1. Dopamin: 'Mood Booster' Instan

Alasan paling mendasar di balik kenikmatan belanja adalah pelepasan dopamin. Dopamin adalah neurotransmitter yang dikenal sebagai "molekul penghargaan" atau reward chemical.

Proses ini tidak terjadi saat barang sudah sampai di tangan Anda, tetapi justru pada saat proses antisipasi. Ketika Anda melihat barang yang diinginkan, menambahkannya ke keranjang, dan membayangkan bagaimana rasanya memiliki barang tersebut, otak melepaskan dopamin yang menghasilkan rasa senang dan gairah yang instan.

Karena stres memicu perasaan negatif, otak mencari cara termudah untuk mendapatkan dosis dopamin cepat, dan proses belanja online saat stres menyediakan jalur tercepat dan termudah.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

2. Ilusi Kontrol di Tengah Ketidakpastian

Stres sering kali muncul karena kita merasa kehilangan kontrol atas situasi besar dalam hidup, seperti pekerjaan atau kesehatan. Ketika dunia terasa kacau, tindakan memilih, membandingkan harga, dan akhirnya memutuskan untuk membeli memberikan kita rasa kendali yang sangat dibutuhkan.

Dalam lingkungan e-commerce yang terstruktur, kita adalah pengambil keputusan penuh. Tindakan sederhana ini menciptakan ilusi bahwa kita masih memegang kendali atas setidaknya satu aspek kecil dalam hidup kita, yaitu keputusan konsumsi.

3. Peran Desain E-Commerce Memicu Belanja Impulsif

Para pengembang platform e-commerce telah menyempurnakan strategi untuk memicu Alasan ilmiah belanja impulsif. Desain dan fitur digital modern dirancang untuk meminimalkan waktu antara keinginan dan pembelian, seringkali dengan menghilangkan hambatan berpikir logis.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved