2. Paris, Prancis: Batasan 120 Hari Sewa Per Tahun
Paris, sebagai salah satu destinasi wisata paling populer di dunia, menghadapi tekanan besar dari Airbnb. Untuk melindungi pasar sewa jangka panjang, Paris memberlakukan batasan ketat. Properti non-utama (bukan tempat tinggal pemilik) hanya boleh disewakan maksimal 120 hari dalam setahun.
Setiap pemilik juga wajib mendaftarkan properti mereka dan mendapatkan nomor registrasi resmi dari otoritas kota. Tanpa nomor ini, iklan properti tidak boleh tayang di platform. Aturan ini bertujuan membatasi properti investasi agar tidak sepenuhnya beralih menjadi hotel ilegal.
3. Berlin, Jerman: Regulasi Izin Khusus 8 Minggu
Jerman, khususnya Berlin, terkenal dengan hukum perumahan yang ketat. Di Berlin, sewa jangka pendek melalui Airbnb sangat dibatasi. Jika properti yang disewakan adalah tempat tinggal utama, pemilik hanya diizinkan menyewakannya maksimal 56 hari (sekitar 8 minggu) per tahun tanpa izin khusus.
Baca Juga :
Melampaui batas tersebut, atau jika properti tersebut bukan tempat tinggal utama, memerlukan lisensi khusus yang sangat sulit didapatkan. Kebijakan ini merupakan respons langsung terhadap lonjakan harga sewa yang memaksa penduduk asli pindah dari pusat kota.
4. Lisbon & Porto, Portugal: Pembekuan Lisensi Baru
Lisbon dan Porto mengalami ledakan turisme yang didorong oleh Airbnb, namun hal ini menyebabkan krisis perumahan parah. Pemerintah Portugal mengambil langkah berani dengan membekukan (moratorium) penerbitan lisensi baru untuk sewa jangka pendek di area yang dianggap "zona merah" atau padat penduduk.
Tujuannya adalah memaksa pemilik properti untuk kembali menyewakan unit mereka sebagai tempat tinggal jangka panjang, sehingga meredakan tekanan harga sewa di kota-kota tersebut.
Baca Juga :
5. New York City (NYC), AS: Aturan "Tuan Rumah Harus Hadir"
Pada September 2023, NYC menerapkan salah satu regulasi paling mencekik bagi Airbnb. Peraturan baru secara efektif melarang sewa jangka pendek (kurang dari 30 hari) kecuali jika tuan rumah (host) hadir secara fisik di properti tersebut selama masa sewa.
Selain itu, tuan rumah wajib mendaftarkan diri secara ketat ke kota. Kebijakan ini hampir mematikan model bisnis Airbnb di salah satu pasar terbesarnya. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan ribuan unit properti kembali ke pasar sewa perumahan normal.
6. Amsterdam, Belanda: Batas Maksimal 30 Hari
Sama seperti Paris, Amsterdam juga berjuang melawan overtourism dan dampaknya terhadap lingkungan. Di ibu kota Belanda ini, properti hanya boleh disewakan maksimal 30 hari per tahun. Angka ini terus diturunkan dari tahun ke tahun untuk menekan volume wisatawan dan melindungi warga lokal.
Baca Juga :
7. London, Inggris: Batasan 90 Hari Sewa
London telah lama memiliki batasan sewa jangka pendek, membatasi properti untuk disewakan tidak lebih dari 90 malam per tahun. Batasan ini diberlakukan untuk memastikan bahwa properti digunakan sebagai tempat tinggal permanen dan bukan diubah menjadi bisnis hotel sepanjang tahun.