- Ancaman serius terhadap bisnis YouTube Premium.
- Potensi kerugian miliaran dolar jika pengguna berbondong-bondong beralih.
Apakah Google Akan Diam Saja?
Melihat sejarah, Google sering kali tegas melindungi bisnisnya. Pada 2013, Google bahkan pernah memblokir aplikasi YouTube buatan Microsoft di Windows Phone.
Kemungkinan langkah yang bisa diambil Google antara lain:
- Menekan Microsoft untuk menonaktifkan fitur tersebut.
- Memperbarui sistem agar background playback hanya bisa digunakan lewat aplikasi resmi.
- Menggunakan jalur hukum dengan alasan pelanggaran ketentuan layanan.
Namun, jika Microsoft berhasil mempertahankan fitur ini, kompetisi akan semakin memanas. Persaingan ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal bisnis raksasa digital.
Baca Juga :
Siapa yang Sebenarnya Menang?
Pada akhirnya, pihak yang paling diuntungkan adalah pengguna. Mereka bisa menikmati fitur premium tanpa mengeluarkan biaya. Namun, masih ada tanda tanya besar: apakah fitur ini akan bertahan lama, atau justru segera diblokir Google?
Satu hal yang pasti, persaingan antara dua raksasa teknologi ini semakin sengit. Dan untuk sementara, pengguna berada di posisi paling menguntungkan.
FAQ
1. Apakah fitur background playback di Edge resmi dari Microsoft?
Belum. Fitur ini masih tersembunyi di Edge Canary (versi uji coba).
Baca Juga :
2. Apakah fitur ini benar-benar gratis?
Ya. Selama digunakan di Microsoft Edge Android, tidak ada biaya tambahan.
3. Apakah ada risiko fitur ini dihapus Google?
Ada. Google bisa memperbarui sistem atau menekan Microsoft untuk menonaktifkan fitur ini.
4. Apakah fitur ini hanya bisa dipakai di Android?
Saat ini, ya. Fitur ditemukan pada Edge Canary versi Android.
Baca Juga :
5. Apakah fitur ini aman untuk digunakan?
Karena masih versi uji coba, mungkin ada bug. Namun sejauh ini tidak ada laporan pelanggaran keamanan.