Serangan Phishing meningkat jelang mudik Lebaran! Kenali modus penipuan terbaru dan cara melindungi diri dari pencurian data online.
Menjelang mudik Lebaran, aktivitas masyarakat di dunia digital semakin meningkat, baik untuk pemesanan tiket, hotel, hingga transaksi online.
Sayangnya, kondisi ini juga menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan siber, terutama melalui serangan phishing.
Baca Juga :
Serangan Phishing Meningkat Jelang Mudik Lebaran 2025
Microsoft melaporkan bahwa jumlah kasus phishing meningkat hingga 30% selama bulan Ramadan, khususnya mendekati musim mudik.
Serangan ini kerap menyamar sebagai agen perjalanan online, hotel, atau platform pemesanan tiket untuk menipu pengguna agar memberikan informasi pribadi mereka.
Lantas, bagaimana cara menghindari phishing dan melindungi data pribadi saat mudik? Simak ulasan berikut!
Baca Juga :
Serangan Phishing Menyasar Wisatawan & Industri Perhotelan
Berdasarkan laporan Microsoft Threat Intelligence, sejak akhir 2024 hingga awal 2025, serangan phishing semakin marak dan menyasar berbagai sektor, terutama perhotelan, agen travel, dan pengguna layanan pemesanan online.
Bagaimana modusnya?
- Pelaku mengirimkan email atau pesan palsu yang mengatasnamakan hotel, maskapai, atau agen perjalanan.
- Pengguna diarahkan ke halaman login palsu yang terlihat meyakinkan.
- Tersedia CAPTCHA palsu untuk meningkatkan kepercayaan korban.
- Setelah login, data pengguna dicuri dan digunakan untuk transaksi ilegal.
Teknik ini dikenal sebagai ClickFix, di mana korban tanpa sadar mengeksekusi perintah yang memberikan akses bagi hacker ke akun mereka.
Baca Juga :
Jenis Serangan Phishing yang Harus Diwaspadai
Microsoft melacak serangan ini dengan kode Storm-1865, yaitu serangkaian aktivitas phishing yang mengarah pada pencurian data pembayaran dan transaksi penipuan.
Serangan ini menyasar:
- Industri perhotelan – Karyawan hotel menerima email palsu untuk memperbarui akun atau mengonfirmasi reservasi.
- Wisatawan & pemudik – Tamu hotel atau pelanggan travel mendapatkan pesan yang meminta mereka mengisi ulang data pemesanan.
- Marketplace & e-commerce – Pengguna diminta login kembali ke akun mereka melalui tautan phishing.
Setelah berhasil mendapatkan informasi login, peretas bisa mengakses akun korban, mencuri data kartu kredit, atau melakukan transaksi ilegal.
Baca Juga :
Panduan Microsoft untuk Menghindari Serangan Phishing
Microsoft memberikan panduan keamanan untuk melindungi individu dan bisnis dari ancaman phishing selama musim mudik.
1. Tips Keamanan untuk Bisnis Travel & Perhotelan
Jika Anda memiliki bisnis di sektor perhotelan atau perjalanan, lakukan hal berikut:
- Gunakan Multi-Factor Authentication (MFA) – Tambahkan lapisan keamanan agar akun tidak mudah diretas.
- Konfigurasi keamanan email – Gunakan sistem proteksi seperti Microsoft Defender for Office 365 Safe Links untuk memblokir tautan mencurigakan.
- Pantau aktivitas login yang mencurigakan – Jika ada upaya login dari lokasi atau perangkat yang tidak dikenal, segera lakukan tindakan.
- Proteksi berbasis cloud – Gunakan solusi keamanan berbasis AI untuk merespons ancaman phishing secara real-time.
Dengan menerapkan langkah ini, risiko serangan phishing terhadap bisnis dapat diminimalkan.
Baca Juga :
2. Tips Keamanan untuk Individu & Pemudik
Jangan sampai data pribadimu dicuri! Lakukan langkah berikut saat melakukan transaksi online:
- Pastikan hanya berkomunikasi dengan akun resmi dari hotel, agen travel, atau marketplace terpercaya.
- Gunakan jaringan internet yang aman – Hindari login akun penting saat menggunakan Wi-Fi publik.
- Periksa alamat email pengirim – Jangan langsung percaya jika ada email yang meminta informasi pribadi.
- Verifikasi informasi di situs resmi – Jangan klik tautan yang mencurigakan, sebaiknya akses langsung dari website asli.
- Gunakan Microsoft Defender SmartScreen di browser – Fitur ini dapat mendeteksi dan memblokir situs phishing sebelum Anda mengaksesnya.
Mengapa Serangan Phishing Meningkat Saat Mudik?
Phishing selalu meningkat menjelang hari-hari besar, termasuk Lebaran, karena:
- Banyak orang melakukan transaksi online, seperti pembelian tiket dan pemesanan hotel.
- Kebiasaan belanja impulsif membuat pengguna lebih mudah tergiur promo palsu.
- Kurangnya kewaspadaan pengguna saat menerima pesan dari pihak yang mengatasnamakan hotel atau agen travel.
Karena itu, sangat penting untuk selalu waspada dan memeriksa ulang setiap transaksi digital.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Sudah Terkena Phishing?
Jika Anda merasa telah menjadi korban phishing, segera lakukan langkah berikut:
Langkah darurat jika data sudah bocor:
- Segera ubah kata sandi akun yang terkait.
- Laporkan ke pihak resmi (hotel, bank, atau marketplace) untuk memblokir transaksi mencurigakan.
- Aktifkan otentikasi dua faktor (2FA) untuk menambah keamanan akun.
- Gunakan software antivirus untuk mengecek apakah ada malware yang terpasang di perangkat.
Jangan panik, yang terpenting adalah segera mengambil tindakan cepat agar kerugian bisa diminimalkan.
Jangan Sampai Jadi Korban Phishing Saat Mudik!
Dengan meningkatnya serangan phishing saat mudik, kita harus lebih waspada dalam melakukan transaksi online.
Apa yang bisa dilakukan untuk melindungi diri?
- Gunakan otentikasi dua faktor & periksa keamanan akun.
- Hanya berkomunikasi dengan akun resmi travel & hotel.
- Hindari login di jaringan publik & gunakan keamanan browser.
- Waspadai promo atau email mencurigakan yang meminta data pribadi.
Jika Anda sering melakukan transaksi digital, pastikan perangkat dan akun Anda tetap aman. Jangan sampai mudik yang seharusnya menyenangkan malah jadi bencana karena data dicuri hacker!
Tetap waspada, dan bagikan informasi ini agar lebih banyak orang terhindar dari serangan phishing!