TRENDING :
Belum ada berita.
Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
4 Fakta Terbaru: Retakan Permukaan Bulan Mengancam Misi Artemis NASA
Advertisement
Sponsor SLOT 16

4 Fakta Terbaru: Retakan Permukaan Bulan Mengancam Misi Artemis NASA

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Kamis, 09 Oktober 2025 - 20:08 WIB
4 Fakta Terbaru: Retakan Permukaan Bulan Mengancam Misi Artemis NASA

4 Fakta Terbaru: Retakan Permukaan Bulan Mengancam Misi Artemis NASA

Sumber Foto :Istimewa
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Penemuan mengejutkan tentang Gempa Bulan dan Retakan di permukaan satelit Bumi. Pelajari 4 fakta terbaru yang mengungkap risiko besar bagi pangkalan permanen NASA.

Dalam beberapa dekade terakhir, Bulan sering dianggap sebagai benda langit yang statis dan mati, di mana perubahannya hanya disebabkan oleh hantaman meteorit. Namun, penelitian terbaru justru mengungkap fakta yang sangat berbeda dan mengejutkan dunia sains: permukaan Bulan ternyata aktif secara seismik, menunjukkan tanda-tanda retakan besar yang mengkhawatirkan.

Temuan ini bukan sekadar berita kosmik biasa. Ia secara langsung memunculkan kekhawatiran baru terhadap rencana ambisius eksplorasi jangka panjang, terutama Misi Artemis milik NASA yang bertekad membangun pangkalan manusia permanen di Bulan.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Jika kita ingin menetap di satelit Bumi ini, memahami dinamika internalnya adalah kunci. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan Retakan Permukaan Bulan ini, dan mengapa para ilmuwan mulai panik?

Mengapa Retakan Permukaan Bulan Tiba-Tiba Jadi Sorotan?

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi mengungkap bahwa perubahan lanskap Bulan tidak hanya disebabkan oleh tumbukan meteorit yang menghasilkan kawah. Ada kekuatan lain yang bekerja dari bawah permukaan: aktivitas seismik atau yang lebih dikenal sebagai gempa bulan (moonquakes).

Laporan yang bertajuk “Paleoseismic activity in the Moon's Taurus-Littrow valley inferred from boulder falls and landslides” menunjukkan bukti kuat bahwa gempa bulan ini cukup kuat untuk memicu longsor dan jatuhnya batu-batu besar. Ini adalah bukti fisik bahwa permukaan Bulan sedang bergerak dan mengalami regangan.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Para ilmuwan meyakini bahwa retakan ini kemungkinan besar disebabkan oleh pendinginan internal Bulan dan interaksi pasang surut gravitasi yang ekstrem antara Bumi dan Bulan. Meskipun tidak sedramatis gempa Bumi yang didorong oleh pergeseran lempeng tektonik, gempa bulan ini jelas menimbulkan masalah besar bagi arsitek luar angkasa.

Aktivitas Seismik yang Tak Terduga

Data mengenai gempa bulan sebenarnya sudah ada sejak era misi Apollo. Para astronaut meninggalkan seismometer yang mencatat aktivitas di bawah permukaan. Namun, analisis data terbaru inilah yang mengaitkan aktivitas seismik tersebut dengan perubahan geologi yang terlihat di permukaan, seperti retakan baru dan longsoran.

Kawasan Lembah Taurus-Littrow, lokasi pendaratan Apollo 17, menjadi fokus utama penelitian ini. Di sana, ditemukan bahwa lanskap tersebut telah mengalami perubahan signifikan dalam waktu geologis yang relatif singkat. Artinya, kita sedang berhadapan dengan medan yang secara aktif berubah, bukan hanya situs sejarah yang beku.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Gempa Bulan dan Retakan: 4 Fakta yang Mengubah Perencanaan NASA

Kehadiran Gempa Bulan dan Retakan di permukaan satelit Bumi mau tak mau memaksa NASA dan badan antariksa lainnya untuk merevisi rencana pembangunan pangkalan. Berikut adalah empat fakta krusial mengenai temuan ini:

  • Retakan Terfokus pada Zona Aktif: Retakan terbesar sering ditemukan di sepanjang patahan-patahan yang disebut sesar dorong (thrust faults). Ini adalah area di mana kerak Bulan ditekan bersama-sama hingga salah satu sisinya terangkat ke atas. Aktivitas ini secara periodik memicu guncangan yang dapat merusak struktur.
  • Durasi Guncangan Lebih Lama: Salah satu perbedaan utama antara gempa bulan dan gempa Bumi adalah durasinya. Karena Bulan tidak memiliki air untuk meredam gelombang seismik, getaran yang dihasilkan oleh gempa bulan cenderung bertahan jauh lebih lama, kadang-kadang mencapai satu jam. Guncangan berkepanjangan ini sangat merusak bagi bangunan yang rentan.
  • Dampak terhadap Struktur Bawah Tanah: Rencana misi Artemis mencakup pembangunan habitat dan fasilitas penyimpanan sumber daya di bawah permukaan untuk melindungi astronaut dari radiasi kosmik dan suhu ekstrem. Aktivitas Retakan Permukaan Bulan dan gempa yang berkepanjangan menimbulkan risiko keruntuhan serius terhadap infrastruktur bawah tanah ini.
  • Tantangan dalam Pemilihan Lokasi Pendaratan: Studi ini memaksa NASA untuk lebih teliti dalam memilih lokasi pangkalan. Area yang kaya sumber daya, seperti kawah yang mengandung es air, mungkin juga merupakan zona patahan yang aktif. Prioritas keamanan struktural harus diutamakan di atas kemudahan akses sumber daya.

Perbedaan Gempa Bulan vs. Gempa Bumi

Penting untuk memahami bahwa pemicu Gempa Bulan dan Retakan sangat berbeda dengan yang terjadi di Bumi. Gempa Bumi sebagian besar didorong oleh dinamika lempeng tektonik, di mana lempeng-lempeng besar bergerak di atas mantel yang cair.

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved