TRENDING :
Belum ada berita.
Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Harga Steam Deck OLED Naik Tajam Akibat Krisis RAM Global
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Harga Steam Deck OLED Naik Tajam Akibat Krisis RAM Global

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Jumat, 29 Mei 2026 - 18:47 WIB
Harga Steam Deck OLED Naik Tajam Akibat Krisis RAM Global

Harga Steam Deck OLED

Sumber Foto :inet.detik.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Harga Steam Deck OLED resmi melonjak drastis setelah sempat mengalami kelangkaan stok sejak awal tahun ini. Para gamer yang telah menanti kehadiran konsol genggam Valve ini harus gigit jari karena banderol terbarunya melonjak hingga jutaan rupiah. Langkah tidak populer ini mengejutkan banyak pihak, mengingat konsol portabel tersebut sangat diminati di seluruh dunia.

Valve secara resmi mengumumkan penyesuaian tarif baru ini karena dipicu oleh krisis komponen global yang belum mereda. Kenaikan harga ini berlaku global dan berdampak langsung pada seluruh rantai distribusi perangkat gaming portabel tersebut. Manajemen Valve menyebutkan bahwa dinamika pasar saat ini memaksa mereka mengambil keputusan sulit ini.

Rincian Kenaikan Harga yang Signifikan

Untuk varian paling rendah dengan kapasitas penyimpanan 512GB, konsol ini kini dibanderol seharga USD 789 atau setara Rp 14 jutaan. Padahal, sebelumnya tipe ini dipasarkan dengan harga USD 549 (sekitar Rp 9,8 jutaan). Kenaikan yang hampir mencapai 40 persen ini tentu menjadi pukulan telak bagi calon pembeli dengan anggaran terbatas.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Kenaikan harga Steam Deck OLED untuk varian tertinggi dengan penyimpanan 1TB juga tidak kalah mengejutkan. Model yang semula dijual seharga USD 649 (Rp 11,6 jutaan) kini melambung menjadi USD 949 atau sekitar Rp 16,9 jutaan. Valve berdalih bahwa langkah tidak populer ini harus mereka ambil demi menyesuaikan biaya logistik dan inflasi industri yang kian menekan.

Mengapa Harga Steam Deck OLED Naik Begitu Drastis?

Pihak manajemen Valve menjelaskan bahwa keputusan menaikkan harga Steam Deck OLED ini terpaksa diambil akibat kondisi pasar semikonduktor yang tidak menentu. Krisis memori atau RAM global menjadi biang kerok utama yang mengacaukan estimasi biaya produksi perangkat portabel ini. Pabrikan kesulitan mendapatkan pasokan chip memori dengan harga standar seperti tahun-tahun sebelumnya.

Industri teknologi saat ini memang sedang menghadapi tantangan berat berupa kelangkaan chip memori LPDDR5 berkecepatan tinggi. Permintaan yang sangat tinggi dari sektor kecerdasan buatan (AI) membuat pasokan RAM untuk perangkat gaming portabel menjadi terbatas. Akibatnya, produsen perangkat keras seperti Valve harus membayar lebih mahal untuk mengamankan stok komponen inti tersebut.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Selain komponen baru, Valve juga terpaksa menyesuaikan banderol harga Steam Deck OLED versi rekondisi (refurbished) resmi mereka. Untuk varian rekondisi 512GB kini dipatok seharga USD 629, sedangkan varian rekondisi 1TB naik menjadi USD 759. Untungnya, versi layar LCD rekondisi tidak mengalami perubahan harga dan masih bisa dibeli mulai dari USD 279 untuk kapasitas 64GB.

Dampak Terhadap Peta Persaingan Konsol Game

Langkah menaikkan harga di tengah masa hidup konsol yang sudah berjalan tiga tahun merupakan fenomena yang sangat langka. Biasanya, harga perangkat elektronik akan berangsur turun seiring berjalannya waktu dan efisiensi lini produksi. Namun, krisis rantai pasok global kali ini membalikkan semua teori ekonomi konvensional yang berlaku di industri game.

Valve sebenarnya bukan satu-satunya raksasa industri yang menaikkan harga jual produk mereka. Kompetitor utama seperti Sony, Microsoft, dan Nintendo juga telah melakukan langkah serupa untuk mengamankan margin keuntungan mereka. Sebagai contoh, harga PlayStation 5 versi standar kini lebih mahal sekitar USD 150 hingga USD 200 dibandingkan harga rilis perdananya pada tahun 2020 lalu. Nintendo Switch 2 yang baru seumur jagung juga sudah mengalami kenaikan harga sekitar USD 50.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Meskipun demikian, persentase lonjakan harga Steam Deck OLED tercatat sebagai yang paling ekstrem di antara semua konsol game modern saat ini. Situasi ini tentu membuat persaingan di pasar PC genggam (handheld PC) semakin memanas. Konsumen kini mulai melirik alternatif lain seperti ASUS ROG Ally atau Lenovo Legion Go yang menawarkan spesifikasi serupa dengan harga yang kini terasa lebih masuk akal.

Kekhawatiran Terhadap Rilis Steam Machine

Keputusan Valve ini memicu kecemasan baru di kalangan komunitas gamer dunia, khususnya bagi mereka yang menanti proyek perangkat keras Valve berikutnya. Banyak pihak kini khawatir bahwa proyek Steam Machine yang dijadwalkan rilis akhir tahun ini juga akan terkena imbas kenaikan harga yang serupa. Tantangan logistik global diprediksi masih akan berlanjut hingga beberapa kuartal mendatang.

Jika tren harga komponen ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga Steam Machine akan melampaui harga PC gaming rakitan kelas menengah. Para analis memprediksi bahwa Valve harus bekerja ekstra keras untuk menyeimbangkan performa dan harga jual agar produk baru mereka tetap diminati pasar. Gamer kini hanya bisa berharap agar lonjakan harga Steam Deck OLED segera mereda seiring membaiknya rantai pasok global.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Otomotif, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TECHNONESIA. Ikuti kami di :

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved