distribusi kurban Salman ITB pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah sukses memperluas jangkauannya hingga ke wilayah pelosok dan kawasan terdampak bencana di Indonesia. Program sosial keagamaan ini berhasil menyentuh 62 kabupaten dan kota yang tersebar di 28 provinsi. Langkah strategis tersebut menjadi bukti nyata kepedulian civitas akademika dan masyarakat dalam membantu pemulihan sosial ekonomi pascabencana.
Direktur Rumah Amal Salman, Syachrial, menegaskan bahwa fokus penyaluran tahun ini sengaja diarahkan ke lokasi kebencanaan. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang masih berjuang memulihkan diri dari dampak bencana alam. Akses pangan bergizi sering kali menjadi kendala utama di wilayah-wilayah tersebut setelah masa darurat berlalu.
Beberapa titik prioritas penyaluran mencakup daerah rawan di Sumatera dan Jawa. Di antaranya adalah Kabupaten Pidie Jaya, Tapanuli Tengah, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Agam, dan Aceh Barat. Selain itu, tim juga menjangkau kawasan terdampak tanah longsor di Pasir Langu, Cisarua, Jawa Barat, yang membutuhkan perhatian logistik pangan ekstra.
Baca Juga :
Kolaborasi Tokoh Nasional dalam Kurban ITB 2026
Kegiatan kemanusiaan ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari berbagai tokoh penting. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, turut berpartisipasi dengan menyumbangkan seekor sapi seberat 830 kilogram. Beliau bahkan turun langsung melakukan proses penyembelihan hewan kurban tersebut di Masjid Salman ITB.
Rektor Institut Teknologi Bandung, Tata Cipta Dirgantara, juga memberikan dukungan serupa. Ia berharap sinergi ini dapat terus mengalirkan keberkahan, baik bagi para pekurban (mudhohi) maupun masyarakat penerima manfaat. Kehadiran para tokoh ini memperkuat komitmen institusi pendidikan dalam memberikan dampak sosial yang nyata bagi bangsa.
Inovasi dan Jangkauan distribusi kurban Salman ITB
Ketua Pelaksana Kurban 1447 H, Didi Riyadi, memaparkan bahwa penghimpunan hewan kurban tahun ini melonjak hingga 26 persen dibanding tahun lalu. Kenaikan signifikan ini terjadi berkat tingginya kepercayaan publik terhadap program distribusi kurban Salman ITB yang transparan dan tepat sasaran. Masyarakat juga sangat meminati program khusus untuk wilayah rawan gizi buruk.
Baca Juga :
Salah satu inovasi unggulan yang memudahkan proses ini adalah layanan "Segar Diantar". Layanan yang eksis sejak 2017 ini menjamin hak daging kurban sampai ke tangan pekurban dengan kualitas terbaik. Tidak hanya daging segar, Rumah Amal Salman juga mengolah daging kurban menjadi rendang sapi dan rendang domba siap saji agar lebih tahan lama saat dikirim ke daerah bencana.
Menembus Batas Pelosok dengan Ratusan Hewan Kurban
Tahun ini, kolaborasi erat antara ITB, Rumah Amal, dan Masjid Salman berhasil mengumpulkan total 119 ekor sapi dan 997 ekor domba. Seluruh hewan kurban ini melewati proses pemeriksaan kesehatan yang ketat sebelum disembelih. Langkah ini memastikan bahwa kualitas daging yang disalurkan melalui distribusi kurban Salman ITB memenuhi standar syariat dan kesehatan.