Erupsi Gunung Marapi hari ini kembali mengejutkan warga Sumatera Barat dengan lontaran abu vulkanik setinggi 2 kilometer di atas puncak kawah. Kolom abu tebal berwarna kelabu teramati condong mengarah ke timur laut dengan durasi gempa letusan mencapai 1 menit 25 detik. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) mencatat amplitudo maksimum gempa seismogram berada pada angka 30 milimeter.
Aktivitas vulkanik gunung setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini memang terus fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir. Gunung api aktif yang membentang di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar ini memiliki sejarah letusan yang cukup panjang dan sering kali bersifat eksplosif. Kejadian ini mengingatkan publik pada rentetan aktivitas vulkanik sebelumnya yang kerap terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului oleh tanda-tanda kegempaan yang signifikan.
Rekomendasi Aman Terkait Erupsi Gunung Marapi Hari Ini
Pihak berwenang menetapkan status aktivitas gunung api ini berada pada Level II atau Waspada. Petugas pos pengamatan meminta masyarakat, wisatawan, maupun pendaki untuk mematuhi rekomendasi mengenai radius aman Gunung Marapi. Semua pihak dilarang keras mendekati atau beraktivitas di dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek.
Baca Juga :
Mengingat potensi bahaya yang terus mengintai, kepatuhan terhadap rekomendasi ini menjadi kunci keselamatan utama bagi warga sekitar. Batas aman tersebut sengaja ditetapkan guna menghindari semburan material pijar dan gas beracun yang sewaktu-waktu dapat keluar tanpa peringatan dini. Petugas terus memantau pergerakan magma dari pos pengamatan di Bukittinggi untuk mengantisipasi eskalasi ancaman dari erupsi Gunung Marapi hari ini.
Waspada Ancaman Lahar Dingin di Musim Hujan
Selain bahaya primer berupa awan panas dan material pijar, ancaman sekunder berupa banjir lahar dingin juga mengintai pemukiman warga. Badan Geologi KESDM mengingatkan penduduk yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung untuk ekstra waspada. Curah hujan yang tinggi di wilayah Sumatera Barat dapat memicu turunnya endapan material vulkanik secara mendadak ke arah hilir.
Sungai-sungai di kawasan Agam, Tanah Datar, dan Padang Panjang menjadi jalur utama yang rawan diterjang banjir lahar dingin. Karakteristik erupsi Gunung Marapi hari ini yang menghasilkan material abu tebal sangat mudah hanyut terbawa air hujan deras. Pemerintah daerah mengimbau warga bantaran sungai segera mengevakuasi diri jika melihat debit air sungai meningkat secara tidak wajar disertai warna keruh kecokelatan.
Baca Juga :
Antisipasi Dampak Hujan Abu Vulkanik
Seiring dengan tiupan angin yang membawa material abu ke arah timur laut, beberapa wilayah mulai melaporkan adanya hujan abu tipis hingga sedang. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan wajib mengenakan masker penutup hidung dan mulut demi mencegah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kacamata dan pakaian lengan panjang juga sangat disarankan untuk melindungi mata serta kulit dari iritasi zat asam yang terkandung dalam abu vulkanik Marapi.