TRENDING :
Belum ada berita.
Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Mikroba Dalam Batu Kuno 2 Miliar Tahun Ditemukan Hidup
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Mikroba Dalam Batu Kuno 2 Miliar Tahun Ditemukan Hidup

Iphan S
Iphan STim Redaksi beta.technonesia.id
Sabtu, 30 Mei 2026 - 00:55 WIB
Mikroba Dalam Batu Kuno 2 Miliar Tahun Ditemukan Hidup

mikroba dalam batu kuno

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Penemuan mikroba dalam batu kuno berusia 2 miliar tahun mengguncang dunia sains global karena organisme tersebut terbukti masih hidup. Para ilmuwan berhasil mengisolasi mikroorganisme aktif ini dari sampel batuan yang diambil jauh di bawah permukaan bumi. Penemuan spektakuler ini memecahkan rekor sebelumnya, di mana mikroba hidup tertua yang pernah ditemukan "hanya" berusia 100 juta tahun di bawah dasar samudra.

Tim peneliti internasional yang dipimpin oleh University of Tokyo berhasil membuktikan bahwa kehidupan dapat bertahan dalam isolasi ekstrem selama miliaran tahun. Hasil studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Microbial Ecology. Penemuan ini memberikan perspektif baru yang radikal mengenai kemampuan adaptasi makhluk hidup di lingkungan yang paling tidak ramah sekalipun.

Misteri Bertahan Hidupnya Mikroba Dalam Batu Kuno

Sampel batuan yang menjadi rumah bagi mikroba purba ini diambil dari Bushveld Igneous Complex di Afrika Selatan. Kawasan geologis ini terkenal dengan formasi batuan intrusi yang sangat stabil dan tidak mengalami banyak perubahan deformasi sejak terbentuk miliaran tahun lalu. Melalui metode pengeboran ultra-dalam, para peneliti berhasil mengangkat inti batuan dari kedalaman puluhan meter tanpa merusak struktur internalnya.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Stabilitas geologis inilah yang memungkinkan mikroba dalam batu kuno tersebut bertahan hidup tanpa pasokan energi matahari atau nutrisi dari permukaan. Lingkungan bawah tanah yang terisolasi menciptakan semacam kapsul waktu alami bagi organisme bersel tunggal ini. Di dalam celah-celah mikro batuan yang terisi tanah liat, mereka menjalani kehidupan dengan ritme metabolisme yang luar biasa lambat.

Kondisi ini membuat para ilmuwan berspekulasi tentang bagaimana energi diproduksi di kedalaman ekstrem bumi. Tanpa adanya cahaya matahari untuk fotosintesis, mikroba-mikroba ini mengandalkan reaksi kimia dari mineral di sekitarnya. Proses kemosintesis yang sangat lambat ini menjaga sel-sel mereka tetap utuh tanpa perlu membelah diri secara aktif selama jutaan tahun.

Metode Sterilisasi Ketat dan Keaslian Spesimen

Salah satu tantangan terbesar dalam penelitian biologi bawah tanah adalah memastikan bahwa sampel tidak terkontaminasi oleh mikroba modern. Tim ilmuwan menggunakan teknik pewarnaan khusus pada dinding sel mikroba dan memindainya menggunakan mikroskop elektron canggih. Hasil analisis spektroskopi inframerah mengonfirmasi bahwa organisme ini adalah penghuni asli batuan tersebut, bukan kontaminan dari lumpur bor atau udara luar.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Para peneliti menemukan bahwa mikroba dalam batu kuno ini berevolusi dengan kecepatan yang sangat lambat selama miliaran tahun. Karakteristik genetiknya hampir tidak berubah sejak masa ketika atmosfer Bumi belum kaya akan oksigen. Dengan menganalisis genom dan struktur DNA mikroba ini, para ahli genetika kini memiliki cetak biru langsung dari ekosistem awal Bumi sebelum makhluk multiseluler berkembang.

Keberhasilan mengisolasi DNA murni dari organisme purba ini membuka peluang riset yang tak terbatas. Para ilmuwan kini dapat membandingkan kode genetik mikroba ini dengan kerabat modern mereka yang hidup di permukaan. Perbandingan ini akan mengungkap bagaimana mesin genetik beradaptasi terhadap tekanan lingkungan yang ekstrem dalam skala waktu geologis.

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved