TRENDING :
Belum ada berita.
Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Agen Penagih Utang AI Mulai Gantikan Manusia, Amankah?
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Agen Penagih Utang AI Mulai Gantikan Manusia, Amankah?

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Jumat, 29 Mei 2026 - 21:28 WIB
Agen Penagih Utang AI Mulai Gantikan Manusia, Amankah?

agen penagih utang AI

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Agen penagih utang AI kini resmi merambah sektor finansial global untuk menggantikan peran debt collector konvensional. Langkah ini diambil oleh banyak lembaga keuangan di tengah tekanan ekonomi global yang tidak menentu. Tingginya angka inflasi dan sulitnya mencari lapangan pekerjaan baru memicu lonjakan nilai utang rumah tangga ke titik tertinggi sepanjang sejarah, khususnya di negara-negara maju seperti Amerika Serikat.

Ketika jumlah debitur yang terlambat membayar kewajibannya meningkat tajam, perusahaan pemberi pinjaman menghadapi tantangan besar. Menghubungi ribuan debitur satu per satu membutuhkan biaya operasional yang sangat besar jika mengandalkan tenaga manusia. Oleh karena itu, industri teknologi finansial (fintech) mulai mengadopsi sistem kecerdasan buatan untuk mengotomatisasi proses penagihan secara masif.

Fenomena ini bukan lagi sekadar rencana masa depan, melainkan realitas yang sudah berjalan. Laporan terbaru dari media teknologi global menunjukkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan dalam penagihan utang kini semakin meluas dan mulai meneror para debitur dengan cara yang sangat mekanis.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Cara Kerja Agen Penagih Utang AI yang Kaku

Salah satu contoh nyata dari penerapan teknologi ini menimpa seorang warga Seattle bernama Ben. Ia mendapati dirinya harus berhadapan dengan "Eve", sebuah entitas suara buatan yang dikirim oleh perusahaan penagihan bernama ProCollect. Eve bertugas menagih sengketa utang masa lalu sebesar US$ 226 atau sekitar Rp 3,5 juta terkait sewa tempat tinggal lamanya.

Masalahnya, Ben sebenarnya telah melunasi seluruh kewajiban tersebut jauh-jauh hari. Namun, saat mencoba memberikan penjelasan, Ben justru berhadapan dengan tembok algoritma yang bebal. Sepanjang percakapan telepon, Eve terus mengulang pertanyaan yang sama tanpa memedulikan argumen Ben.

  • "Apakah Anda ingin menyelesaikannya hari ini dengan kartu?"
  • "Atau Anda lebih memilih metode transfer bank?"

Ketika Ben meminta untuk berbicara dengan staf manusia guna meluruskan salah paham tersebut, sistem menolaknya secara otomatis. Ben akhirnya harus memutar otak dan menguji sistem tersebut dengan memberikan respons yang tidak lazim. Setelah sistem AI tersebut mengalami gangguan mendeteksi respons Ben, barulah panggilan tersebut dialihkan kepada petugas manusia. Benar saja, petugas manusia tersebut langsung memverifikasi bahwa utang Ben memang sudah lunas dan panggilan penagihan itu murni merupakan kesalahan sistem.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Efisiensi Tinggi di Balik Layanan Otomatis

Meski menuai banyak kritik dari sisi kemanusiaan, para pelaku industri fintech melihat teknologi ini sebagai solusi emas. Pedro Fernández, pendiri perusahaan layanan panggilan berbasis kecerdasan buatan Altur, mengungkapkan bahwa sektor penagihan utang adalah salah satu industri yang paling agresif mengadopsi teknologi suara berbasis AI.

Melalui sistem otomatisasi ini, agen penagih utang AI mampu bekerja tanpa lelah selama 24 jam penuh tanpa membutuhkan waktu istirahat atau kompensasi lembur. Perusahaan milik Fernández sendiri saat ini telah mengelola lebih dari 2,5 juta panggilan penagihan setiap bulannya dengan menggunakan teknologi suara buatan tersebut.

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved