Alat elektronik boros listrik sering kali menjadi penyebab utama tagihan listrik membengkak tanpa disadari oleh pemilik rumah. Banyak orang mengira bahwa mematikan perangkat dengan remote control atau membiarkannya dalam mode tidur sudah cukup untuk menghentikan konsumsi daya. Padahal, fenomena yang dikenal sebagai vampire power atau daya hantu ini terus berjalan selama kabel masih menempel erat di stopkontak.
Menerapkan cara menghemat listrik secara konsisten bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti mencabut colokan setelah selesai digunakan. Kebiasaan sederhana ini tidak hanya menekan pengeluaran bulanan, tetapi juga menjaga komponen elektronik agar lebih tahan lama. Langkah awal yang perlu Anda lakukan adalah mengenali perangkat apa saja yang paling rakus mengonsumsi daya laten di rumah Anda.
Daftar Alat Elektronik Boros Listrik di Rumah Anda
Berdasarkan riset para ahli energi, beberapa peralatan rumah tangga memiliki konsumsi daya siaga yang cukup tinggi meskipun sedang tidak aktif digunakan. Mengetahui jenis alat elektronik boros listrik ini sangat penting agar Anda bisa mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk menstabilkan pengeluaran bulanan Anda.
Baca Juga :
1. Konsol Game
Bagi para pencinta game, membiarkan konsol dalam mode siaga memang sangat praktis karena mempercepat proses masuk ke dalam permainan. Namun, kebiasaan ini membuat konsol terus-menerus mengonsumsi daya untuk memperbarui sistem secara otomatis atau menerima perintah aktivasi jarak jauh.
Mitchell Wray, seorang pakar energi dari National Insulation Supplies, mengungkapkan bahwa membiarkan konsol game terus tercolok bisa memicu pemborosan hingga Rp715 ribu (£30,13) per tahun. Senada dengan hal itu, pakar perangkat game Nick Bunce menyarankan pengguna untuk mematikan daya sepenuhnya dari stopkontak. Jika Anda sedang mengisi daya pengontrol, segera cabut kabel begitu baterai terisi penuh agar tidak membuang energi sia-sia.
2. Komputer Desktop (PC)
Banyak pekerja kantoran atau pekerja lepas yang enggan mematikan komputer desktop mereka karena malas menunggu proses booting yang lama. Akibatnya, komputer dibiarkan dalam mode siaga sepanjang malam dan terus menyedot daya listrik tanpa henti.
Baca Juga :
Padahal, alat elektronik boros listrik seperti komputer desktop ini tetap memakan daya yang signifikan untuk menjaga memori RAM tetap aktif. Menurut data dari Free Heating Scheme, membiarkan PC dalam mode siaga dapat menambah beban tagihan listrik sekitar Rp237 ribu hingga Rp356 ribu (£10-£15) setiap tahunnya. Membiasakan diri melakukan shutdown total adalah solusi terbaik untuk masalah ini.
3. Microwave
Microwave mungkin terlihat tidak berbahaya saat tidak digunakan untuk menghangatkan makanan. Namun, coba perhatikan layar kecil yang menampilkan jam digital pada perangkat tersebut, yang terus menyala selama 24 jam penuh.
Jam digital dan sensor sentuh pada microwave membutuhkan pasokan listrik yang konstan agar tetap berfungsi dengan baik. Wray menjelaskan bahwa kebocoran daya ini bisa memakan biaya sekitar Rp71 ribu hingga Rp142 ribu (£3-£6) per tahun. Meski angkanya terlihat kecil, akumulasi dari berbagai perangkat di rumah tentu akan sangat terasa pada tagihan akhir bulan Anda.