TRENDING :
Belum ada berita.
Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Bisnis TV Samsung di China Terpuruk, Rugi Rp2,3 Triliun
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Bisnis TV Samsung di China Terpuruk, Rugi Rp2,3 Triliun

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Jumat, 08 Mei 2026 - 16:55 WIB
Bisnis TV Samsung di China Terpuruk, Rugi Rp2,3 Triliun

Bisnis TV Samsung di China

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Bisnis TV Samsung di China kini tengah berada di ujung tanduk setelah mencatatkan kerugian besar mencapai 200 miliar won atau setara Rp2,3 triliun sepanjang tahun lalu. Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini menghadapi badai persaingan yang luar biasa sengit dari produsen lokal yang menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga jauh lebih kompetitif. Kondisi ini memaksa perusahaan untuk mengevaluasi ulang keberadaan unit bisnis perangkat rumah tangga mereka di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Kabar mengenai rencana hengkangnya Samsung dari pasar televisi dan peralatan rumah tangga di China sebenarnya sudah berembus kencang di media Korea Selatan. Keputusan pahit ini diambil setelah perusahaan melihat tren penurunan pangsa pasar yang terus berlanjut tanpa tanda-tanda pemulihan yang signifikan. Meskipun Samsung masih memegang kendali kuat di pasar global, dinamika di daratan China terbukti jauh lebih kompleks dan sulit ditaklukkan oleh pemain asing.

Tantangan Berat Bisnis TV Samsung di China Menghadapi Dominasi TCL

Salah satu faktor utama yang melumpuhkan bisnis TV Samsung di China adalah kebangkitan TCL sebagai kekuatan baru. Pada Desember lalu, TCL berhasil menggeser dominasi Samsung yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun di puncak pasar TV global. Keberhasilan TCL tidak lepas dari strategi harga yang agresif serta peningkatan kualitas panel yang kini mulai menyamai standar premium produsen mapan.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Situasi semakin terjepit bagi Samsung setelah TCL menjalin kerja sama strategis dengan Sony dari Jepang. Aliansi ini memungkinkan TCL memperluas jangkauan teknologi dan akses pasar, sekaligus memberikan tekanan tambahan bagi Samsung. Di sisi lain, preferensi konsumen di China mulai bergeser pada produk-produk lokal yang dianggap lebih memahami ekosistem digital domestik dan kebutuhan gaya hidup masyarakat setempat.

Selain faktor kompetisi internal, tekanan eksternal berupa tarif perdagangan dari Amerika Serikat (AS) juga memperkeruh suasana. Ketegangan geopolitik antara AS dan China secara tidak langsung memengaruhi rantai pasok dan biaya operasional perusahaan multinasional seperti Samsung. Hal ini mengakibatkan margin keuntungan semakin menipis, hingga akhirnya unit bisnis TV dan perangkat rumah tangga harus menanggung kerugian triliunan rupiah.

Restrukturisasi Manajemen dan Fokus pada Sektor Chip

Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan pada bisnis TV Samsung di China, manajemen pusat di Seoul mengambil langkah drastis dengan mengganti kepala bisnis TV untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir. Langkah restrukturisasi ini diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam menghadapi gempuran brand lokal. Namun, banyak analis meragukan langkah ini dapat membalikkan keadaan dalam waktu singkat mengingat penetrasi brand China yang sudah sangat dalam.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Di tengah keterpurukan sektor elektronik konsumen, unit bisnis chip memori Samsung justru menunjukkan kinerja yang sangat moncer. Ledakan kecerdasan buatan (AI) secara global memicu lonjakan permintaan chip memori tingkat tinggi (HBM). Keuntungan dari sektor semikonduktor inilah yang selama ini menopang kesehatan finansial perusahaan secara keseluruhan, menutupi lubang kerugian yang ditinggalkan oleh unit smartphone dan televisi.

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved